Isnin, 30 November 2009

Tentang Iman

PERTANYAAN 1
BAGAİMANA MEMAHAMİ KEBERADAAN ALLAH?

Tumbuhan, binatang, lautan, gunung-gunung, dan manusia disekitar kita, dan semua jasad renik yang tidak kasat mata – hidup ataupun mati, merupakan bukti nyata adanya Kebijakan Agung yang menciptakannya. Demikian pula dengan kesetimbangan, keteraturan dan penciptaan sempurna yang nampak di seluruh jagat. Semuanya membuktikan keberadaan Pemilik pengetahuan agung, yang menciptakannya dengan sempurna. Pemilik kebijakan dan pengetahuan agung ini adalah Allah.
Sistem-sistem sempurna yang diciptakanNya serta sifat-sifat yang mengagumkan pada setiap mahluk, hidup maupun mati, menimbulkan kesadaran akan keberadaan Allah. Kesempurnaan ini tertulis dalam Al-Qur’an:

Dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis. Tak akan ditemui sedikit cacatpun dari ciptaanNya. Perhatikan berkali-kali - apakah engkau melihat kekurangan padanya? Lalu, perhatikanlah sekali lagi. Matamu akan silau dan lelah! (Surat Al-Mulk: 3-4)

PERTANYAAN 2
BAGAİMANA CARA MENGENAL ALLAH?

Ciptaan yang sempurna di seluruh jagat raya menunjukkan kekuasaan Allah Yang Maha Agung.
Allah sendiri telah memperkenalkan diriNya kepada kita melalui Al-Qur’an - wahyu yang diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk yang benar bagi kehidupan. Semua sifat-sifat Allah yang mulia disampaikan kepada kita di dalam Al-Qur’an. Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil, Maha Meliputi seluruh alam, Maha Melihat dan Maha Mendengar atas segala sesuatu. Dia lah Pemilik dan Tuhan satu-satunya atas langit dan bumi dan segala sesuatu di antaranya. Dia lah penguasa seluruh kerajaan langit dan bumi.

Dialah Allah – tiada tuhan selain Dia. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia lah Allah – tiada tuhan selain Dia. . . . MilikNya segala nama-nama yang baik. Segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat Al-Hasr: 22-24)


PERTANYAAN 3
MENGAPA KİTA DİCİPTAKAN?

Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan mengapa kita diciptakan:

Aku ciptakan jin dan manusia semata-mata untuk menyembahKu. (Surat
Az-Zariyat: 56)

Seperti disebutkan dalam ayat ini, keberadaan manusia di bumi ini semata-mata untuk menjadi hamba Allah, untuk menyembahNya dan untuk memperoleh ridhaNya. Penghambaan manusia kepada Allah merupakan batu ujian selama ia hidup di muka bumi.


PERTANYAAN 4
MENGAPA KITA DIUJI?

Allah menguji manusia di muka bumi untuk memisahkan antara mereka yang beriman dan mereka yang tidak beriman, serta untuk menentukan siapa yang terbaik amal perbuatannya. Oleh karena itu, pengakuan seperti “aku beriman” tanpa bukti tindakan yang sesuai dengannya tidak lah cukup. Di sepanjang hayatnya, manusia diuji dalam hal keimanan dan keta’atannya kepada Allah, termasuk kegigihannya dalam memperjuangkan agama Allah. Pendek kata, diuji dalam ketabahan sebagai hamba Allah dalam berbagai kondisi dan lingkungan yang dikehendakiNya. Ini dinyatakan Allah dalam ayat berikut:

Dia Yang Mematikan dan Menghidupkan untuk menguji siapa di antara kamu yang terbaik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Surat Al-Mulk: 2)


PERTANYAAN 5
BAGAIMANA CARA MENGABDI KEPADA ALLAH?

Menjadi hamba Allah berarti menyerahkan seluruh hidup kita untuk tujuan mencapai kehendak dan ridhaNya. Yakni beramal sebaik mungkin tanpa henti untuk mendapatkan ridha Allah, hanya takut kepada Allah dan mengarahkan seluruh pikiran dan perkataan serta perbuatan untuk tujuan tersebut. Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa penghambaan kepadaNya meliputi seluruh kehidupan individu:

Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku dan ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.’ (Surat Al-An’am: 162)


PERTANYAAN 6
MENGAPA AGAMA DİPERLUKAN?

Yang pertama kali harus dilakukan oleh seseorang yang meyakini keberadaan Allah adalah mempelajari apa-apa yang diperintahkan dan hal-hal yang disukai Penciptanya. Dia lah yang memberinya ruh dan kehidupan, makanan, minuman dan kesehatan. Selanjutnya dia harus mengabdikan seluruh hidupnya untuk patuh kepada perintah-perintah Allah dan mencari ridhaNya.
Agama lah yang membimbing kita kepada moral, perilaku dan cara hidup yang diridhai Allah. Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa orang yang patuh kepada agama berada di jalan yang benar, sedangkan yang lainnya akan tersesat.

Dia yang dadanya terbuka untuk Islam mendapat cahaya dari Tuhannya. Sungguh celaka orang-orang yang berkeras untuk tidak mengingat Allah! Mereka dalam kesesatan yang nyata. (Surat az-Zumar: 22)


PERTANYAAN 7
BAGAIMANA CARA MENJALANKAN AGAMA (DIEN)?

Orang yang beriman kepada Allah dan menghambakan diri kepadaNya, mengatur hidupnya agar sesuai dengan seruan Allah dalam Al-Qur’an. Dia menjadikan agama sebagai petunjuk hidupnya. Patuh kepada hal-hal yang baik menurut hati nuraninya, dan meninggalkan segala yang buruk yang ditolak hati nuraninya.
Allah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa Dia menciptakan manusia agar siap untuk menghidupkan agamaNya:

Maka, teguhkanlah pengabdianmu kepada Agama yang benar yang Allah ciptakan untuk manusia. Tiada yang mampu merubah ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (Surat Ar-Rum: 30)


PERTANYAAN 8
DAPATKAH MORAL TEGAK TANPA AGAMA?

Pada lingkungan masyarakat yang tak beragama, orang cenderung melakukan beragam tindakan yang tak bermoral. Perbuatan buruk seperti penyogokkan, perjudian, iri hati atau berbohong merupakan hal yang biasa. Hal demikian tidak terjadi pada orang yang ta’at kepada agama. Mereka tidak akan melakukan semua perbuatan buruk tadi karena mengetahui bahwa ia harus mempertanggungjawabkan semua tindakannya di akhirat kelak.
Sukar dipercaya jika ada orang mengatakan, “Saya ateis namun tidak menerima sogokan”, atau “Saya ateis namun tidak berjudi”. Mengapa? Karena orang yang tidak takut kepada Allah dan tidak mempercayai adanya pertanggungjawaban di akhirat, akan melakukan salah satu hal di atas jika situasi yang dihadapinya berubah.
Seseorang yang mengatakan, “Saya ateis namun tidak berjinah” cenderung melakukannya jika perjinahan di lingkungan tertentu dianggap normal. Atau seseorang yang menerima sogokan bisa saja beralasan, “Anak saya sakit berat dan sekarat, karenanya saya harus menerimanya”, jika ia tidak takut kepada Allah. Di negara yang tak beragama, pada kondisi tertentu maling pun bisa dianggap sah-sah saja. Contohnya, masyarakat tak beragama bisa beranggapan bahwa mengambil handuk atau perhiasan dekorasi dari hotel atau pusat rekreasi bukanlah perbuatan pencurian.
Seorang yang beragama tak akan berperilaku demikian, karena ia takut kepada Allah dan tak akan pernah lupa bahwa Allah selalu mengetahui niat dan pikirannya. Dia beramal setulus hati dan selalu menghindari perbuatan dosa.
Seorang yang jauh dari bimbingan agama bisa saja berkata “Saya seorang ateis namun pema’af. Saya tak memiliki rasa dendam ataupun rasa benci”. Namun sesuatu hal dapat terjadi padanya yang menyebabkannya tak mampu mengendalikan diri, lalu mempertontonkan perilaku yang tak diinginkan. Dia bisa saja melakukan pembunuhan atau mencelakai orang lain, karena moralnya berubah sesuai dengan lingkungan dan kondisi tempat tinggalnya.
Sebaliknya, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak kan pernah menyimpang dari moral yang baik, seburuk apapun kondisi lingkungannya. Moralnya tidak “berubah-ubah” melainkan tetap kokoh. Orang-orang beriman memiliki moral yang tinggi. Sifat-sifat mereka disebut Allah dalam ayatNya:

Mereka yang teguh dengan keyakinannya kepada Allah dan tidak mengingkari janji; yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya dan takut kepada Tuhan mereka dan takut pada hisab yang buruk; mereka yang sabar untuk mencari perjumpaan dengan Tuhan mereka, dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian harta yang kami berikan kepadanya secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, menolak kejahatan dengan kebaikan. Merekalah yang mendapat kedudukan yang tinggi. (Surat Ar-Ra’d: 20-22)


PERTANYAAN 9
APA YANG TERJADI DENGAN SISTEM SOSIAL JIKA TIDAK ADA AGAMA?

Konsep pertama yang akan hilang pada sebuah lingkungan tak beragama adalah konsep keluarga. Nilai-nilai yang menjaga keutuhan keluarga seperti kesetiaan, kepatuhan, kasih-sayang dan rasa hormat akan ditinggalkan sama sekali. Harus diingat bahwa keluarga merupakan pondasi dari sistem kemasyarakatan. Jika tata nilai keluarga runtuh, maka masyarakat pun akan runtuh. Bahkan bangsa dan negara pun tidak akan ada lagi, karena seluruh nilai moral yang menyokongnya telah musnah.
Lebih jauh lagi, tak akan ada lagi rasa hormat dan kasih-sayang terhadap orang lain. Ini mengakibatkan anarki sosial. Yang kaya membenci yang miskin, yang miskin membenci yang kaya. Angkara murka tumbuh pada mereka yang merasa dirintangi, hidup susah atau miskin. Atau menimbulkan agresi terhadap bangsa lain. Karyawan bersikap agresif kepada atasannya. Demikian pula atasan kepada bawahannya. Para bapak berpaling dari anaknya, dan anak berpaling dari bapaknya.
Sebab dari pertumpahanan darah yang terus-menerus dan “berita-berita kriminalitas” di surat kabar adalah ketiadaan agama. Setiap hari dapat kita baca tentang orang-orang yang saling bunuh karena alasan yang sangat sepele.
Orang yang mengetahui bahwa ia akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak, tidak akan melakukan pembunuhan. Dia tahu bahwa Allah melarang manusia melakukan kejahatan. Ia selalu menghindari murka Allah karena rasa takutnya kepadaNya.

Janganlah berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (Allah) memperbaikinya. Dan berdo’alah kepadaNya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Surat al-A’raf: 56)

Tindakan bunuh diri pun disebabkan oleh ketiadaan agama. Orang yang melakukan bunuh diri sama saja dengan melakukan pembunuhan. Orang yang hendak bunuh diri karena ditinggal pacar, misalnya, harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut sebelum melakukannya: Apakah ia akan melakukan bunuh diri jika pacarnya menjadi cacat? atau menjadi tua? atau jika wajah pacarnya terbakar? Tentunya tidak. Dia terlalu berlebihan menilai pacarnya seolah sebanding dengan Allah. Bahkan menganggap pacarnya lebih penting dari Allah, lebih penting dari hari akhirat dan dari agama. Ia lebih mempertaruhkan jiwanya bagi pacarnya tersebut dibanding bagi Allah.
Orang yang dibimbing Al-Qur’an tidak akan melakukan hal semacam itu, bahkan tidak akan terlintas sedikitpun dalam benaknya. Seorang yang beriman menyerahkan hidupnya hanya untuk keridhaan Allah, dan menjalani dengan sabar segala kesusahan dan masalah yang Allah ujikan padanya di dunia ini. Ia pun tidak lupa bahwa kesabarannya itu akan mendapatkan balasan berlipat ganda baik di dunia maupun di akhirat.
Pencurian pun merupakan hal yang sangat biasa pada masyarakat yang tak beragama. Seorang pencuri tak pernah berpikir seberapa besar kesusahan yang ditimbulkannya terhadap orang yang dicurinya. Harta yang dikumpulkan korbannya puluhan tahun diambilnya dalam semalam saja. Ia tak peduli seberapa besar kesusahan yang akan diderita korbannya. Mungkin saja ia pernah sadar dan menyesali perbuatannya yang telah menimbulkan kesusahan pada orang lain. Jika tidak, keadaannya menjadi lebih buruk. Itu berarti bahwa hatinya telah membatu dan selalu cenderung untuk melakukan segala tindakan yang tak bermoral.
Dalam masyarakat yang tak beragama, nilai-nilai moral seperti keramahan, mau berkorban untuk orang lain, solidaritas dan sikap murah hati telah lenyap sama sekali. Orang-orangnya tidak menghargai orang lain sebagaimana layaknya manusia. Bahkan ada yang memandang orang lain sebagai mahluk yang berevolusi dari kera. Tak satu pun dari mereka mau menerima, melayani, menghargai atau memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain. Apalagi terhadap mereka yang dianggapnya sebagai berasal dari kera.
Orang-orang yang berpikiran seperti ini tidak menghargai orang lain. Tak satu pun memikirkan kesehatan, kesejahteraan atau kenyamanan orang lain. Mereka tak peduli jika orang lain terluka, atau pernah berusaha agar orang lain terhindar dari kecelakaan semacam itu.
Di rumah sakit, misalnya, orang yang hampir meninggal dibiarkan begitu saja terlentang di ranjang-gotong dalam jangka waktu yang tak tentu; tak seorangpun pun peduli kepadanya. Contoh lain misalnya, pemilik restoran yang menjalankan restorannya tanpa peduli dengan kebersihan. Tempatnya yang kotor dan tidak sehat tak digubrisnya, tidak peduli dengan bahaya yang mungkin ditimbulkan terhadap kesehatan orang lain yang makan di sana. Ia hanya peduli kepada uang yang dihasilkannya. Ini hanya sebagian kecil contoh yang kita temui sehari-hari.
Logikanya, orang hanya baik terhadap orang lain jika bisa mendapat imbalan yang menguntungkan. Namun bagi mereka yang menjalankan standar moral Al-Qur’an, menghargai orang lain merupakan pengabdian kepada Allah. Mereka tak mengharapkan imbalan apa pun. Semuanya merupakan usaha untuk mencari ridha Allah dengan terus-menerus melakukan amal baik, dan berlomba-lomba dalam kebaikan.


PERTANYAAN 10
APA MANFA’AT MATERIAL DAN SPIRITUAL BAGI MASYARAKAT JIKA MEREKA TA’AT PADA
AL-QUR’AN?

Perlu kami ingatkan bahwa pengertian agama di sini adalah cara hidup yang bermoral. Cara hidup yang disukai Allah. Cara yang dipilihNya dan yang paling tepat bagi semua jenis manusia. Cara hidup yang terbebas dari takhyul-takhyul dan mitos-mitos, dan sepenuhnya di bawah bimbingan Al-Qur’an.
Agama menciptakan lingkungan moral yang sangat aman dan nyaman. Sikap anarkis yang menyebabkan kerusakan pada bangsa negara terhenti sama sekali karena rasa takut kepada Allah. Orang tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan ataupun berbuat kerusuhan. Orang-orang yang memegang nilai-nilai moral siap bangkit bagi bangsa dan negaranya serta tidak hendak berhenti untuk berkorban. Orang-orang semacam ini selalu berusaha untuk kesejahteraan dan keamanan negaranya.
Di dalam masyarakat yang mengamalkan moral Al-Qur’an, orang-orangnya sangat menghargai satu sama lain. Setiap orang selalu berusaha agar orang lain merasa nyaman dan aman, karena menurut ajaran islam, solidaritas, persatuan dan kerjasama merupakan hal yang sangat penting. Setiap orang merasa berkewajiban untuk mendahulukan kenyamanan dan kepentingan orang lain. Ayat berikut merupakan contoh moralitas dari orang-orang yang beriman:

Mereka yang lebih dulu tinggal di Madinah, dan telah beriman sebelum mereka datang, mencintai mereka yang datang kepada mereka untuk berhijrah, dan tak terbetik keinginan di hati mereka akan barang-barang yang diberikan kepada mereka, melainkan mendahulukan mereka dibanding dirinya sendiri meskipun mereka sendiri sangat membutuhkannya. Siapa yang terpelihara dari ketamakan, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Surat Al-Hashr: 9)

Dalam lingkungan yang orang-orangnya takut kepada Allah, setiap orang berusaha untuk kesejahteraan masyarakat. Tak seorang pun bersikap boros. Setiap orang bekerja sama dan bersatu padu sambil memperhatikan kepentingan orang lain. Hasilnya berupa masyarakat yang kaya dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi.
Masyarakat demikian kaya akan moral dan material. Kekacauan yang mengandung sikap memberontak sama sekali sirna. Setiap orang dapat mengekang hawa nafsunya dan setiap masalah diselesaikan dengan cara yang logis. Segala persoalan dipecahkan dengan kepala dingin. Dan kehidupan, karenanya, selalu aman tentram.


PERTANYAAN 11
APA MANFA’AT KETA’ATAN PADA MORAL AL-QUR’AN
BAGI KEHIDUPAN KELUARGA?

Al-Qur’an mewajibkan sikap hormat kepada ibu dan bapak. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

Telah Kami perintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan masa menyapih selama dua tahun: ‘Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang-tuamu. Hanya kepada-Ku lah kamu kembali. (Surah Luqman: 14)

Dalam keluarga yang mengamalkan moral Al-Qur’an tidak terdapat pertengkaran ataupun pertentangan. Selalu nampak sikap hormat yang tinggi kepada ibu, bapak dan anggota keluarga yang lain. Setiap orang hidup dalam lingkungan yang menyenangkan.


PERTANYAAN 12
APA MANFA’AT KETA’ATAN PADA MORAL AL-QUR’AN
BAGI SISTEM BERNEGARA?

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa keta’atan merupakan sifat yang positif. Seseorang yang memiliki moral Qur’ani akan sepenuhnya patuh dan hormat terhadap negaranya. Dalam masyarakat Islam, setiap orang berusaha untuk kesejahteraan negara dan bangsanya. Tidak pernah berontak terhadap negara, melainkan mendukung baik secara spiritual maupun material.
Dalam masyarakat yang terbentuk dari orang-orang yang takut kepada Allah, kasus-kasus hukum tak pernah sampai ke tingkat persidangan. Seperseribunya pun dari pelanggaran hukum yang terjadi pada masyarakat sekarang ini tak pernah dialami.
Mengatur negara menjadi jauh lebih mudah, karena pemerintah tidak perlu mengurus kasus-kasus anarki, terorisme, kejahatan, pembunuhan. Seluruh kekuatan pemerintah dipusatkan pada pengembangan dan peningkatan kesejahteraan negeri, di sektor dalam maupun luar negeri. Karenanya, menghasilkan negara yang sangat kuat.


PERTANYAAN 13
APA MANFA’AT KETA’ATAN PADA MORAL
AL-QUR’AN BAGI BIDANG SENI?

Orang-orang yang ta’at pada moral Al-Qur’an saling menghargai satu dengan lainnya. Mereka akan selalu berusaha menciptakan kondisi lingkungan yang telah disetujui bersama. Lingkungan yang indah dalam segala segi estetika. Karena rasa rindu pada surga, sarana-sarana dunia digunakan sepenuhnya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan menyenangkan. Semuanya terasa indah di mata, di telinga dan di seluruh indra lainnya. Karenanya, seni dan estetika berkembang dalam semua aspek kehidupan mereka.
Lebih dari itu, orang yang ta’at kepada agama memiliki hati yang bersih. Karenanya tak ada tekanan dalam pikirannya, sehingga dapat menciptakan karya seni orisinil yang indah dan unik. Selain itu, karya mereka ditujukan untuk menyajikan keindahan dan untuk menyenangkan sesamanya yang ta’at, secara tulus hati dan sungguh-sungguh.


PERTANYAAN 14
APA MANFA’AT KETA’ATAN PADA MORAL
AL-QUR’AN BAGI SISTEM PENDIDIKAN?

Pertama-tama, menjalankan moral Al-Qur’an akan menghasilkan anak-anak dan pemuda yang dewasa dan bijaksana. Perilaku tak acuh tidak akan dimiliki oleh anak muda yang ta’at pada Al-Qur’an. Keta’atan pada Al-Qur’an, karenanya, menghasilkan generasi yang perilakunya baik, pikirannya terbuka, patuh, mau mengalah serta produktif. Dinamisme, gairah serta semangat mereka diarahkan pada perbuatan baik. Ketekunan dan daya pikir mereka berkembang. Dalam lingkungan demikian, pelajarnya tidak hanya mengutamakan kelulusan atau penghindaran dari hukuman, melainkan berkeinginan untuk memberikan kontribusi pada bangsa dan negaranya.
Tak pernah terdengar adanya pelanggaran disiplin di sekolah. Lingkungan pendidikannya sangat tentram, konstruktif dan produktif. Kerja sama antara guru dan pelajar berlandaskan pada kepatuhan, rasa hormat dan toleransi. Para pelajarnya menjadi sangat hormat dan patuh pada negara dan aparat keamanan. Demonstrasi-demonstrasi pelajar yang sering kita lihat sekarang ini tidak pernah terjadi karena memang tidak ada perlunya.


PERTANYAAN 15
APA MANFA’AT KETA’ATAN PADA MORAL
AL-QUR’AN BAGI LINGKUNGAN KERJA?

Dalam masyarakat yang menjalankan moral Al-Qur’an, lingkungan kerjanya mengandung sikap saling memahami, kerjasama dan keadilan. Pemberi kerja memperhatikan kesehatan karyawannya dan memelihara kesehatan lingkungan kerja dengan sangat baik. Dengan pikiran bahwa karyawan akan bekerja dalam waktu yang cukup lama, mereka selalu berusaha menciptakan fasilitas kerja yang indah dan menarik. Karyawannya digaji dengan upah yang layak. Tak satu karyawanpun mengalami perlakuan buruk. Pihak atasan selalu memperhatikan kondisi keluarga setiap karyawan. Mereka selalu bersungguh-sungguh dan berusaha melindungi keluarga karyawan. Tak pernah ada penindasan dari yang kuat terhadap yang lemah. Perilaku tak bermoral seperti ucapan dengki, atau mencegah keberhasilan orang lain karena rasa cemburu, tak pernah terjadi.
Hubungan antara pemberi kerja dan karyawan bukan berdasarkan pada kepentingan pribadi dan akal-akalan, melainkan berdasarkan kerjasama dan rasa saling percaya. Karyawan memperhatikan kepentingan dan tujuan perusahaan. Mereka tak pernah boros dan berpikiran bahwa “Bos memang layak membayarnya”. Mereka akan bekerja sebaik-baiknya. Moral yang baik membuatnya tak pernah disalahkan, bahkan dilindungi oleh atasan.


PERTANYAAN 16
APA ARTI “MEMPERSEKUTUKAN” ALLAH ATAU SYIRIK?

Syirik berarti menganggap seseorang atau benda lain atau suatu konsep sebagai wujud yang setara atau lebih tinggi dari Allah. Anggapan seperti ini bisa dari segi penilaian, sifat keberartian, rasa lebih menyukai, atau keunggulan, yang disertai dengan perbuatan-perbuatan yang mendukungnya. Hal seperti inilah yang disebut sebagai “mempersekutukan Allah dengan Tuhan yang lain”. Dengan kata lain, menganggap bahwa seseorang atau benda lain memiliki sifat-sifat Allah, sama artinya dengan mempersekutukan Allah.
Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa dosa syirik tak akan diampuni:

Allah tak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Surat An-Nisa: 48)
PERTANYAN 17
APA ARTI “MEMUJA BERHALA”?

Menurut adat, kata “memuja berhala” berarti menyembah benda atau wujud tertentu. Namun sebenarnya, maknanya lebih luas dan tidak terbatas pada pengertian tersebut.
Di setiap masa, selalu ada manusia yang mempersekutukan Allah, mengambil tuhan lain dan menyembah pujaannya atau patung-patung. Memberhalakan sesuatu tidak selalu berarti bahwa pemujanya mengatakan “ini tuhan yang saya sembah”. Tidak juga berarti bahwa ia mesti bersujud dihadapannya.
Pada dasarnya, menyembah berhala dapat berarti rasa suka seseorang terhadap sesuatu melebihi rasa sukanya kepada Allah. Misalnya, lebih menyukai ridha seseorang dibanding ridha Allah, atau lebih takut kepada seseorang dibanding rasa takut kepada Allah, atau lebih mencintai seseorang dibanding cintanya kepada Allah.
Di dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa sesuatu yang disekutukan dengan Allah tidak akan bisa menolong orang yang mempersekutukannya.

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah adalah berhala. Dan kamu membuat dusta. Sungguh yang kamu sembah itu tak mampu memberikan rezki kepadamu. Maka mintalah rezki itu dari sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepadaNya. KepadaNya lah engkau akan dikembalikan. (Surat Al-Ankabut: 17)


PERTANYAAN 18
BAGAIMANA MENJAUHKAN DIRI
DARI PENYEMBAHAN BERHALA?

Pertama-tama, seseorang harus menegaskan dalam hatinya bahwa Allah lah satu-satunya Tuhan. Dia lah pemilik segala kekuasaan, tak ada sesuatu pun selain Allah yang berkuasa untuk memberi pertolongan ataupun mendatangkan bahaya. Seseorang yang meyakini kebenaran ini, hanya mengabdi kepada Allah dan tidak pernah mempersekutukanNya.
Allah mengingatkan manusia untuk berpaling hanya kepadaNya agar selamat dari syirik.

Hanya Dia lah yang kamu seru, dan jika Dia menghendaki, Dia menghilangkan kesusahan kamu; kemudian engkau tinggalkan apa yang engkau persekutukan denganNya. (Surat al-An’am: 41)

Perubahan radikal yang dialami seseorang yang terbebas dari mempersekutukan Allah dan kembali hanya kepada Allah, mula-mula terjadi di dalam hatinya. Pandangan dan pikiran orang ini selanjutnya berubah seratus delapan puluh derajat. Yang tadinya mengejar kehidupan di bawah pengaruh faham tertentu dan bersikap tak peduli (jahil), kini menjalani hidupnya semata untuk mengejar ridha Allah.


PERTANYAA 19
APA YANG DIMAKSUD DENGAN MENCARI RIDHA ALLAH PADA TINGKATAN YANG TERTINGGI?

Apa yang akan Anda lakukan jika tempat tinggal Anda mengalami bencana banjir? Apakah Anda akan naik ke lantai tertinggi dan menunggu tim penyelamat, ataukah naik dari lantai ke lantai sejalan dengan naiknya air? Saat Anda naik ke atap, apakah Anda akan menggunakan tangga ataukah elevator? Jelas bahwa tindakan yang paling bijaksana pada kondisi seperti itu adalah memilih alternatif yang akan menyelamatkan Anda, yakni alternatif yang memberikan hasil tercepat. Alternatif lainnya tak perlu dilihat lagi. Dalam situasi ini, yang terbaik adalah naik ke lantai teratas dengan menggunakan elevator. Demikian lah cara “memilih jalan terbaik”.
Kaum yang beriman menggunakan semua sarana material dan spiritual pada setiap jam, bahkan setiap detik kehidupannya sesuai dengan kehendak Allah. Jika harus memilih di antara beberapa alternatif, dia memilihnya dengan arif dan mendengarkan hati nuraninya. Dan pilihan yang diambilnya ditujukan untuk mengharap ridha Allah. Dengan cara ini, ia bertindak sesuai dengan ridha Allah pada tingkatan yang tertinggi.


PERTANYAAN 20
APA ARTI BERIMAN SEPENUH HATI?

Setiap orang pasti tahu bahwa tangannya akan terbakar jika terkena api. Ia tak perlu berpikir lagi apakah akan benar-benar terbakar atau tidak. Artinya, ia memiliki keyakinan penuh bahwa api tersebut akan membakarnya. Keyakinan seperti ini disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

Ini lah (Qur’an) pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang sungguh-sungguh meyakininya. (Surat Al-Jatsiyyah: 20)

“Memiliki keimanan sepenuh hati” artinya mempercayai keberadaan Allah dan keesaannya, hari kebangkitan, surga dan neraka dengan sepenuh-penuhnya keyakinan, tanpa ragu sedikitpun akan kebenarannya. Layaknya mempercayai keberadaan orang-orang disekitar kita yang kita lihat dan kita ajak bicara, seperti halnya pengetahuan intuitif terhadap contoh api di atas. Keimanan penuh yang tumbuh di hati orang tersebut akan mendorongnya untuk selalu beramal dengan cara yang diridhai Allah di setiap saat.


PERTANYAAN 21
BAGAIMANA CARA MENGETAHUI TINDAKAN KITA YANG MANA YANG DIRIDHAI ALLAH?

Pada orang yang takut kepadaNya, Allah selalu memberi tahu tindakan mana yang paling tepat melalui hati nurani. Dalam sebuah ayat, Allah berfirman:

Hai orang-orang beriman! Jika engkau takut (bertaqwa) kepada Allah, niscaya Dia memberimu furqon (yang dengannya engkau membedakan yang benar dari yang salah) dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Surat Al-Anfal: 29)

Mesti diingat bahwa suara pertama yang didengar individu di dalam hatinya adalah suara nurani yang membantunya membedakan yang benar dari yang salah. Suara ini lah yang memberitahukan perbuatan yang diridhai Allah. Orang yang takut kepada Allah sampai kepada kebenaran dengan jalan mendengarkan kepada hati nuraninya.


PERTANYAAN 22
ADAKAH SUARA LAIN DI DALAM HATI SELAIN SUARA HATI NURANI?

Semua alternatif lain yang muncul setelah kata hati adalah “suara hawa nafsu” yang berusaha menghapus kata hati. Hawa nafsu berusaha sekuat tenaga untuk mencegah seseorang untuk melakukan perberbuatan yang benar dan mendorong kepada perbuatan buruk.
Suara ini mungkin tidak nampak jelas. Bisa muncul berupa serangkaian alasan yang nampaknya masuk akal. Pengaruhnya bisa menyebabkan seseorang berpikiran “semua ini (hati nurani) tak berarti sama sekali”. Kenyataan ini disebutkan Allah dalam Al-Qur’an:

“Dan jiwa yang Allah sempurnakan dan ilhamkan padanya pengetahuan akan dosa dan ketaqwaan. Sungguh beruntung orang-orang yang menyucikan jiwa.” (Surat Asy-Syams: 7-9)

Ayat di atas menyatakan bahwa manusia merupakan sasaran dosa (hawa nafsu), namun diberi kesadaran bahwa ia mempunyai kewajiban untuk menghindarinya. Manusia diuji untuk memilih antara kebaikan dan keburukan.


PERTANYAAN 23
BAGAIMANA CARA MATA MELIHAT?

Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu tanpa mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Surat An-Nahl: 78)

Proses penglihatan terjadi secara bertahap. Saat mata melihat benda, kumpulan cahaya (foton) bergerak dari benda menuju mata. Cahaya ini menembus lensa mata yang selanjutnya membiaskannya dan menjatuhkannya secara terbalik di retina mata – bagian belakang mata. Sinar yang jatuh di retina mata ini di ubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan diteruskan oleh syaraf-syaraf neuron ke sebuah bintik kecil di bagian belakang otak yang disebut pusat penglihatan. Di dalam pusat penglihatan inilah, sinyal listrik ini diterima sebagai sebuah bayangan setelah mengalami sederetan proses. Dalam bintik kecil inilah sebenarnya penglihatan terjadi, di bagian belakang otak yang sama sekali gelap dan terlindung dari cahaya.
Saat mengatakan “kita melihat”, sebenarnya kita hanya melihat efek-efek impuls yang sampai ke mata kita dan diteruskan ke otak kita setelah diubah menjadi sinyal-sinyal listrik. Jadi, saat kita mengatakan “kita melihat”, sebenarnya kita hanya melihat sinyal-sinyal listrik di dalam otak kita.
Buku yang sedang Anda baca serta pemandangan yang terbentang di kaki langit termuat dalam ruang kecil di dalam otak ini. Hal yang serupa terjadi dengan persepsi lain yang Anda tangkap melalui keempat indra lainnya.


PERTANYAAN 24
APA MAKSUD PERNYATAAN BAHWA MATERI MERUPAKAN “KUMPULAN PERSEPSI-PERSEPSI”?

Seluruh informasi yang kita miliki tentang dunia luar, sampai kepada kita melalui kelima indra kita. Dunia yang kita tahu terdiri dari apa yang kita lihat dengan mata, yang kita dengar lewat telinga, yang kita cium dengan hidung, yang kita rasa dengan lidah, dan yang kita rasa lewat sentuhan kulit. Riset modern mengungkapkan bahwa persepsi kita hanyalah respons-respons otak terhadap sinyal-sinyal listrik. Berdasarkan hal ini, orang yang kita lihat, warna-warna, rasa keras melalui sentuhan, dan segala sesuatu yang kita miliki dan yang kita terima sebagai dunia luar, hanyalah sinyal-sinyal listrik yang sampai ke otak kita.
Contohnya sebuah apel: Sinyal-sinyal listrik yang berkenaan dengan rasa, bau, rupa dan kekerasan buah apel sampai ke otak kita melalui syaraf-syaraf dan membentuk gambarannya di dalam otak. Jika syaraf menuju otak terputus, persepsi yang berkenaan dengan buah apel ini akan lenyap. Yang kita indra sebagai apel, sebenarnya merupakan kumpulan persepsi-persepsi yang sampai ke otak kita. Kita tak pernah bisa memastikan bahwa “kumpulan persepsi-persepsi” ini benar-benar ada di luar kita. Kita tak memiliki kesempatan untuk bisa keluar dari otak kita dan menyentuh sesuatu yang ada di luar: yang kita miliki hanyalah persepsi-persepsi kita.
PERTANYAAN 25
APAKAH KEBERADAAN DUNIA LUAR SUATU KEHARUSAN?

Kita tak pernah tahu apakah dunia luar benar-benar ada, karena setiap benda hanyalah kumpulan persepsi-persepsi. Dan persepsi-persepsi ini hanya ada dalam pikiran kita. Maka, satu-satunya dunia yang benar-benar ada adalah dunia persepsi-persepsi. Satu-satunya dunia yang kita tahu hanyalah dunia yang ada dalam pikiran kita; dunia yang dirancang, direkam, dan hidup di sana. Pendek kata, dunia yang diciptakan dalam pikiran kita. Itulah satu-satunya dunia yang kita yakini keberadaannya.


PERTANYAAN 26
APAKAH KITA TERTIPU OLEH PERSEPSI-PERSEPSI TANPA ADA KORELASI MATERIAL YANG NYATA?

Benar, kita tertipu dengan keyakinan pada persepsi-persepsi tanpa ada korelasi material yang nyata. Demikian ini karena kita tak pernah bisa membuktikan bahwa persepsi-persepsi yang kita tangkap melalui otak memiliki korelasi material. Persepsi-persepsi itu bisa saja timbul dari suatu sumber “buatan”. Kita sering mengalaminya dalam mimpi kita. Kita seolah mengalami suatu kejadian, melihat orang-orang, benda dan susunan-susunan yang seolah nyata. Padahal kenyataanya tidak ada, hanya persepsi-persepsi saja. Tak ada perbedan mendasar antara mimpi dan “dunia nyata”; keduanya sama-sama dialami dalam otak.


PERTANYAAN 27
JIKA SEMUA KEBERADAAN MATERIAL YANG KITA TAHU HANYALAH PERSEPSI-PERSEPSI, LALU APA ITU OTAK?

Karena otak kita pun merupakan bagian dari dunia fisik seperti halnya tangan, kaki, atau benda lainnya, maka otak pun merupakan persepsi seperti yang lainnya. Mimpi merupakan contoh yang baik untuk menjelaskan masalah ini. Anggaplah kita sedang melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, kita memiliki tubuh khayalan, tangan khayalan, mata khayalan, dan otak khayalan. Jika dalam mimpi ini, kita ditanya, “Di mana Anda melihat?” Kita akan menjawab “saya melihat dalam otak saya”. Padahal sebenarnya, tidak ada otak di sana, melainkan hanya kepala dan otak khayalan. Wujud yang melihat bukanlah otak khayalan dalam mimpi, melainkan “wujud” yang derajatnya jauh lebih tinggi dari itu.


PERTANYAAN 28
LALU SIAPA ATAU APA YANG MENGINDRA?

Sejauh ini, kita meyakini bahwa yang melakukan pengindraan adalah otak. Namun jika kemudian kita analisis otak ini, yang kita dapatkan hanyalah molekul-molekul lemak dan protein, yang juga ada pada organisme-organisme hidup lain. Artinya bahwa di dalam gumpalan daging yang kita sebut sebagai “otak” ini, tak ada sesuatu apapun yang bisa mengamati, yang memiliki kesadaran, atau yang menciptakan wujud yang kita sebut sebagai “diri pribadi”.
Jelas bahwa wujud yang melihat, mendengar dan merasakan ini bersifat supra-material. Wujud ini “hidup” dan tidak berupa materi ataupun gambaran dari materi. Wujud ini bersekutu dengan persepsi-persepsi di depannya dengan menggunakan gambaran tubuh kita.
Wujud ini adalah “ruh”. Allah menyatakannya dalam Al-Qur’an:

Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Allah. Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan tentangnya melainkan sedikit. (Surat Al-Isra’: 85)


PERTANYAAN 29
KARENA DUNIA MATERIAL YANG KITA INDRA HANYALAH PERSEPSI-PERSEPSI YANG DILIHAT OLEH RUH, LALU APA YANG MENJADI SUMBER PERSEPSI-PERSEPSI INI?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, materi tidak memiliki wujud yang dapat mengatur dirinya sendiri. Materi hanyalah sebuah persepsi, sesuatu yang sifatnya “artifisial” (buatan). Karenanya, persepsi-persepsi ini mestinya disebabkan oleh kekuatan lain. Dengan kata lain, persepsi adalah sesuatu yang diciptakan. Jelas bahwa ada Sang Pencipta. Yang menciptakan seluruh alam material, yakni kumpulan persepsi-persepsi, yang diciptakanNya tanpa henti. Pencipta ini adalah Allah Yang Maha Kuasa. Fakta bahwa langit dan bumi bukanlah sesuatu yang stabil, dan keberadaanya hanyalah karena diciptakan Allah. Semuanyanya akan lenyap setelah Dia menghentikan penciptaannya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut ini:
Allah lah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Sungguh jika keduanya lenyap, tak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya kecuali Allah. Sungguh Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Surat Fatir: 41)


PERTANYAAN 30
APA YANG DIMAKSUD DENGAN ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU DAN DIA LEBIH DEKAT KEPADA KITA DIBANDING URAT LEHER KITA SENDIRI?

Materi tersusun hanya dari persepsi-persepsi. Satu-satunya wujud nyata dan mutlak hanyalah Allah. Artinya, hanya Allah lah yang ada; segala sesuatu selain dia hanyalah wujud semu. Karenanya Allah “ada dimana-mana” dan meliputi segala sesuatu. Segala yang ada merupakan gambaran yang Allah proyeksikan kepada kita.
Karena setiap wujud material merupakan persepsi, maka ia tak dapat melihat Allah. Sebaliknya, Allah melihat seluruh materi yang diciptakannya dalam berbagai bentuknya. Artinya, kita tak dapat menangkap wujud Allah dengan mata kita, namun Allah meliputi kita dari dalam, dari luar, dalam pandangan dan pikiran. Kita tak mampu mengucapkan perkataan apapun selain dengan pengetahuan dan ijinNya, bahkan tanpa Dia bernafaspun tidak akan bisa.
Meskipun kita melihat persepsi-persepsi ini di sepanjang hidup kita, wujud terdekat kepada kita bukanlah salah satu di antaranya, melainkan Allah sendiri. Rahasia ayat berikut tersembunyi dalam kenyataan ini:

“Dia lah yang menciptakan manusia, dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya; karena Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (sendiri). (Surat Qaf: 16)

Jika manusia berpikiran bahwa tubuhnya hanya terdiri dari “materi”, ia tidak akan dapat memahami fakta penting ini. Jika ia menganggap otaknya sebagai “dirinya”, maka letak dunia luar adalah 20-30 cm dari dirinya. Namun jika dia mengerti bahwa materi hanya lah imajinasi, maka pengertian luar, dalam, jauh ataupun dekat tak memiliki arti sama sekali. Allah meliputi dirinya dan Dia “sangat dekat” kepada dirinya.

Takwin sakhsiyyah

Takwin Syakhsiyah Islamiyah
Sinopsis
Takwin kepribadian islam mengikut kepada bagaimana Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah ialah dengan membentuk iman. Iman yang di bentuk ini mempuyai cirri-ciri yaitu iman yang dinamika, yakin, menyerah, mendekat dan taat; tidak keberatan, dan tidak ada pilihan lain.
Iman yang sedemikian akan memunculkan taqwa. Taqwa bagi muslim merupakan landasan hidup, sebagai ukuran/timbangan, taqwa sebagai bekal kehidupan dan pakaian. Dengan taqwa ini seorang peribadi akan menjadikan seluruh kehidupannya sebagai muslim. Inilah cirri dari kepribadian muslim yang sempurna.
Hasiyah
1.Takwin kepribadian islam
Syarah
• Membentuk kepribadian ini mesti mengasaskan pada keimanan. Iman sebagai factor utama di alam membina dan menjadikan diri peribadi sbagai muslim yang sejati. Nabi Muhammad SAW mendatangi manusia dengan membawa iman dan menyampaikan keimanan. Kalimat yang di bacakan pertama adalah kalimah syahadatain. Kalimah ini mengajak manusia untuk menjadikan Allah sebagai ilah dan Muhammad sebagai rasul. Keimanan yang akan di wujudkan adalah iman kepada Allah dan RasulNya. Perubahan kepribadian menjadi islam akan berlaku sehingga para sahabat mempunyai berbagai ciri keimanan yang dapat membawa kejayaan islam. Abu zar Al gifari yang baru menerima kalimah iman terus bedakwah di masyarakat umum , para sahabat lainnya yang telah menerima kalimah iman ini juga merubah dirinya menjadi peribadi muslim.
Dalil
• 3:102-104; Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-sekali kamu kamu mati melainkan dalam keadaan islam. Dan hendaklah ada diantara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian inilah orang yang berjaya.
2.iman
Syarah
• Pembentukan imaniyah keatas peribadi manusia dan juga pembangunan iman keatas diri muslim merupakan suatu jalan yang di contohkan kepada kita oleh nabi untuk menjadikan peribadi muslim dan diredhai oleh Allah SWT. Pendekatan imaniah biasanya dilakukan dengan memberikan firman-firman Allah dan dalil nabi yang dapat menjadikan hujjah dan media turunnya hidayah dari Allah ke atas hati yang mendengarnya. Dengan iman akan mucul beberapa ciri-ciri sepserti iman yang dinamik, keyakinan yang kuat, menyerah diri kepada Allah, mendengar dan taat dan tidak keberatan melaksanakan apapun arahan.
• Dinamika iman atau iman yang hidup merupakan hasil dari keimanan yang benar. Dengan keimanan ini akan wujud sifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap celaan orang yang mencela. Keimanan ini akan menambahkan wala kepada Allah dan Rasul selain ciri-ciri ibadah dan sholatnya.
• Yakin terhadap Allah dan RasulNya juga mebentuk kepercayaan kepada jihad dan tadhiyah yang akan kita sumbangkan ke jalan Allah SWT. Iman kepda Allah dan RasulNya secara benar akan menghasilkan keyakinan yang menjadikan kita serius untuk berjihad, tidak ragu-ragu dan penuh keyakinan dalam beramal dan berkorban bagi kepentingan islam.
• Menyerahkan diri kepada Allah SWT sebagai hasil iman kepada Allah. Mengerjakan peritahnya, arahan, aturan dan nilai dari Allah SWT merupakan tanda pasrah, tunduk dan menyerahkan diri kepadaNya. Bentuk menyerahkan diri kepada islam ini adalah siap megorbankan diri dan harta bagi kepentingan islam, dan juga bersedia menjalankan semua suruhan dan meninggalkan semua larangannya.
• Mendengar dan taat juga sikap orang yang beriman. Orang beriman sebagai jundi senantiasa mendapatkan perintah dari Allah dalam bentuk arahan dan kewajiban. Misalnya di dalam berpusa, jihad, sholat dan sebagainya dirahkan kepada orang yang beriman apabila mendapatkan perintah akan menjawab:"Kami dengar dan kami taat, kemudian (kami pohonkan ) keampunanMu wahai Tuhan kami dan kepadaMu jualah kami kembali".
• Tidak keberatan menjalankan semua perintah merupakan ciri orang yang beriman. Orang yang beriman rela menjalankan semua perintah dan tidak merasa beban apabila menjalankan semua aktiviti islam yang di gariskan di dalam islam.
• Bagi orang beriman tidak ada pilihan lain kecuali mengembalikan dirinya kepada islam dan juga tidak menjadikan alternatif lain selain islam. Islam sebagai satu-satunya panduan hidup dan Allah sebagai tempat pengabdian sedangkan rasul sebagai tempat menjadikan uswah.
Dalil
• 5:54; wahai orang-orang yang beriman ! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia Allah yang di berikanNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
• 49:15; sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benar beriman hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasulnya, kemudian (mereka terus percaya dengan) tidak ragu-ragu lagi, serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah; mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya).
• 2:4; Dan juga kepada orang-orang yang beriman kepada kitab "Al Qur'an" yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad), dan kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu , serta mereka mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya).
• 4:65; Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka tidakpun merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya.
• 2:285; Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan malaikat-malaikatNya, dan kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata):"Kami tidak membedakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya". Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali".
• 5:7; Dan kenanglah nikmat Allah (yang telah di kurniakanNya) kepada kamu serta ingatlah perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu berkata:"kami dengar dan kami taat (akan perintah-perintah Allah dan RasulNya)" Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada.
• 24:51; Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak kepada Kitab Allah dan Sunah RasulNya, supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu diantara mereka, hanyalah mereka berkata:"Kami dengar dan kami taat": dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.
• 4:65; Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka tidakpun merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya.
• 33:36; Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan-Apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara -(tidak harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.
3.Taqwa
Syarah
• Iman yang benar dan membuahkan hasil berupa ciri-ciri keimanan yang wujud di dalam tingkah laku seperti keyakinan, menyerah diri dan taat. Iman juga akan wujud di dalam ibadah dan amal soleh yang kemudian akan mewujudkan taqwa. Taqwa yang sebenar-benarnya adalah idaman setiap mukmin yang beribadah dan beramal. Dengan taqwa maka akan menjadikan hidup mulia di sisi Allah dan akan mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat.
• Taqwa sebagai landasan hidup manusia. Dengan taqwa di dada dan di setiap amal kita maka akan mewujudkan peribadi muslim. Taqwa adalah hasil ibadah dan dengan ibadah menjadikan diri kita bertaqwa. Taqwa atau takut bermakna diri kita senantiasa takut kepada Allah apabila tidak mengerjakan perintah Allah dalam kehidupan. Takut kepada Allah apabila tidak meninggalkan laranganNya. Dengan takut maka setiap langkah kehidupan kita di jaga, dikawal dan dikendalikan oleh islam. Taqwa sebagai landasan dalam kehidupan kita.
• Ibadah manusia yang di terima adalah ibadahnya orang yang bertaqwa. Ibadah yang di dasarkan dengan taqwa juga tidak mendapatkan balasan yang sempurna dari Allah SWT. Taqwa merupakan ukuran/timbangan amal dan ibadah seseorang. Perkara ini dapat di jelaskan dengan cerita Habil dan Qabil.
• Sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dibandingkan dengan bekal lainnya seperti makan, minum, pakaian ,tempat tinggal maka bekal tawa lebih diutamakan lagi. Semua bekal selain taqwa dapat habis dan mungkin tidak dapat di dapati. Dengan taqwa setiap mukmin dapat memenuhi keperluannya dengan baik. Orang bertaqwa apabila tidak ada makan dan minum ia tetap bertahan dan selalu menghadapi masalahnya dengan tenang. Menerima taqdir dan kenyataan yang berlaku di dalam kehidupan kita adalah hasil taqwa.
• Allah juga menjadikan taqwa sebagai pakaian. Pakaian bermakna sesuatu yang dipakai dan digunakan. Maka taqwa juga bermakna pakaian yang dilihat orang lain dan yang menjadikan ciri dan wujud penampilan kita yang sebenarnya. Pakaian taqwa sebagai sesuatu yang nampak dan senantiasa hadir bersama kita, merupakan penampilan pertama yang dilihat orang. Pakaian taqwa bukan pakaian yang bermakna secara fisikal tetapi pakaian maknawi yang diibaratkan sebagai pakaian.
Dalil
• 3:102; Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-sekali kamu kamu mati melainkan dalam keadaan islam.
• 5:27; Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah (mengenai) dua orang anak Adam (Habil dan Qabil) yang berlaku dengan sebenarnya, yaitu ketika mereka berdua mempersembahkan satu persembahan korban (untuk mendampingkan diri kepada Allah). Lalu di terima korban salah satu diantaranya (Habil), dan tidak diterima (korban) dari yang lain (Qabil), Berkata (Qabil):"Sesungguhnya aku akan membunuhmu!". (Habil) menjawab:"Hanyasanya Allah menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa;
• 22:37; Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah , tetapi yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlash yang berdasarkan taqwa dari kamu. Demikianlah ia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat nikmat petunjukNya. Dan sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalnya.
• 49:13 Wahai umat manusia sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara yang satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya diantara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam pengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).
• 2:97; Katakanlah (wahai Muhammad):" Sesiapa memusuhi Jibril maka sebabnya ialah karena Jibril itu menurunkan Al Qur'an ke dalam hatimu dengan izin Allah, yang mengesahkan kebenaran kitab-kitab yang ada di hadapannya (yang diturunkan sebelumnya), serta menjadi petunjuk dan memberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman".
• 7:26; Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu dan pakaian perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangNya dan bersyukur.
4.Islamisasi kehidupan
Syarah
• Peribadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah akan menjadikan keseluruhan hidup sebagai muslim. Warna keislaman pada diri muslim dengan mengamalkan segala aspek dan bidang kehidupan merupakan perintah Allah agar kita masuk kedalam islam secara keseluruhan dan tidak setengah-setengah.
Dalil
• 2:208; Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah syetan; sesungguhnya syetan musuh bagi kamu yang terang nyata.
5. Wujud peribadi islam yang sempurna.
Syarah
• Objektif dari pembentukan peribadi islam dengan pendekatan iman adalah mendekatkan peribadi islam yang sempurna di segala aspek kehidupan. Peribadi islam yang sempurna bermaksud mengamalkan segala perintah dan meninggalkan segala larangan dengan suasana takut kepada Allah SWT.
Ringkasan
• Takwin kepribadian islam: iman yaitu dinamika iman (5:54; 49:15); yakin (2:4; 49:15); menyerah (4:65), mendengar dan taat (2:285; 5:7; 24:51); tidak keberatan (4:65); tidak ada pilihan lain (33:36).
• Taqwa yang sebenar-benarnya(3:102): landasan hidup (5:27); 22:37); sebagai ukuran/timbangan (49:13,hadits); bekal tawa (2:97); sebagai pakaian (7:26)
• Islamisasi kehidupan (2:208) sehingga wujud peribadi islam yang sempurna.

Rabu, 24 Jun 2009

gambar tuan guru

logo pondok

sejarah penubuhan pondok

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Ana bersyukur kepada Allah s.w.t kerana telah mengurniakan tubuh badan dan akal yang sihat kepada ana untuk menulis di dalam ruangan ini. Selawat dan salam ke atas junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w yang telah membawa sinar Islam dan Iman kepada umat Islam dari belenggu kegelapan kepada cahaya kebenaran.
Pertama sekali ana ingin mengucapkan ahlan wa sahlan kepada sesiapa yang melayari blog ini. Jazakallahu khairan kathira ana ucapkan kerana sudi melayari blog ini.
Tujuan ana menulis di dalam blog yang diberi nama Pondok Ustaz Awang ini adalah untuk memperkenalkan dunia pondok tradisional khususnya pondok Ustaz Awang Lanai kepada masyarakat umum yang melayari dunia siber dan juga kupasan-kupasan dalam permasalahan agama yang membelenggu masyarakat kita sekarang. Nama pondok “Ustaz Awang” diambil sempena nama Tuan Guru Haji Abdul Wahab yang mengasaskan pondok ini. “Ustaz Awang” ialah nama panggilan kepada ayahanda Tuan Guru.
Sebelum ana mengulas lebih lanjut tentang pondok ini, ana ingin memohon beribu kemaafan sekiranya dalam penulisan yang akan ana hadirkan pada masa-masa akan datang ada kesalahan bahasa atau tata cara letak kalimah yang ditulis, almaklumlah ana ini bukan seorang yang pandai dalam bidang penulisan ini.
Ana juga berharap kepada sahabat-sahabat yang melayari blog ini dapat memberi masukan baru, kritik ataupun saranan-saranan yang membina bagi memperkasakan lagi penulisan blog ini.
Sejarah pondok ini ana mulakan dengan latar belakang pendidikan Tuan Guru Hj. Abd. Wahab dahulu, kerana tidak mungkinlah kita membelakangkan pengasas kepada pondok ini. Dan juga dapat kita semua dapat melihat bagaimana sosok seorang “Tok Guru” yang serba sederhana ini.
Beliau dilahirkan pada bulan 26 Julai 1938 Masihi bersamaan 28 Jamadil Awal 1357 Hijriah, di kampong Tupai, dalam daerah Sik, Kedah. Bapa beliau bernama Haji Hassan Bin Saman, manakala ibunya bernama Hajjah Siti Halimah Binti Mat Thoha, berasal dari selatan Thailand yakni dalam daerah Yala. Selepas tidak berapa lama menetap di kampung Tupai, mereka berpindah ke kampong Bukit Endoi. Anak keenam dari sembilan adik beradik ini mendapat pendidikan awal di Sekolah Rendah Melayu Kampong Tupai ( pada masa itu hanyalah berbumbungkan atap) sehinggalah beliau tamat sekolah rendah. Kemudian beliau menyambung pengajian beliau di pondok Batu 8 yaitu pondok Tuan Guru Haji Abdul Halim Bin Yaakob, selama 2 Tahun. Selepas itu beliau berkelana ke negeri Cik Siti Wan Kembang untuk menuntut ilmu disana. Beliau belajar di pondok Bunut Payung yang diasaskan oleh Tuan Guru Haji Abdullah Thohir, selama 1 tahun. Kemudian beliau kembali semula menuntut ilmu di sebelah utara yaitu di pondok Penanti, Tuan Guru yang mengajar beliau pada ketika itu ialah Tuan Guru Haji Mutholib Bin Haji Puteh ( menantu kepada Tuan Guru Haji Syaikh Osman Jalaluddin), selama 2 tahun 8 bulan. Setelah itu beliau kembali ke kampong halaman untuk berguru kepada ayahanda Tuan Guru Haji Omar Zuhdi.
Beliau menuntut ilmu dari “pakteh Tok Guru” ( panggilan mesra masyarakat kepada Tuan Guru Haji Omar Zuhdi) dari tahun 1959 hinggalah dekat dengan kembalinya Tuan Guru Omar Zuhdi kembali ke Rahmatullah, tahun 1993 ( seingat ana ).Kira-kira 34 tahun beliau menuntut ilmu dari Tuan Guru Haji Omar Zuhdi. Sampailah hubungan guru dengan murid itu seperti ayah dan anak, kerana lamanya tempoh yang beliau gunakan dalam menimba ilmu dari Tuan Guru Omar Zuhdi. Diantara sahabat seperguruan beliau dengan “ Pakteh Tok Guru” yang terkenal di negeri Kedah adalah Tuan Guru Haji Bakar Bin Ibrahim ( Ustaz Bakar Bongor ), Ustaz Taib Azzamuddin ( Bekas Imam Masjid Negara ) dan banyak lagi.
Beliau bertemu jodoh pada tahun 1959 dengan gadis pilihan hatinya yaitu Hajjah Siti Mariam Binti Mat Daud. Mereka dikurniakan sepuluh orang cahaya mata, yang terdiri dari Siti Fauziah, Siti Sofor, Siti Fadhillah, Mohd Sayuthi, Nasibah, Hamdan Dhiauddin, Fadhuli, Mohd Azra’ie, Mardhiah dan juga terakhir Othman. Pada tahun 1995 beliau bertemu jodoh untuk kali kedua dengan Hajjah Norlia, tetapi tidak dikurniakan anak.
Disamping beliau mengajar di surau pondok, beliau juga banyak mengajar di masjid-masjid yang terdapat di dalam daerah Baling, Sik, daerah-daerah lain yang terdapat di negeri Kedah, Pulau Pinang dan juga Perak . Beliau juga sebagai Pengerusi Qariah bagi Kampung Parit Panjang dan juga imam Qariah. Sumbangan dan urgensi yang beliau curahkan khasnya kepada masyarakat Kampung Parit Panjang dan juga kepada masyarakat Baling umumnya amatlah besar. Beliau juga yang telah menubuhkan Ma’had Tahfiz al-Quran ( ABADA ) bersama mudir Tahfiz itu sendiri yaitu Ustaz Haji Alias Nasri Bin Haji Mahmud beserta ahli jawatankuasa Masjid Qariah Parit Panjang.
Pondok Ustaz Awang Lanai di asaskan pada tahun 17 Ogos 1988 masihi bersamaan 4 Muharram 1409 hijriah dengan nama Madrasah Tahzib an-Nufus ( hampir 21 tahun ). Moto ataupun prinsip asas pondok ini adalah, “Hidup Mestilah berlandaskan Islam”. Sesuai dengan namanya “ Madrasah Tahzib an-Nufus” yang berarti “sekolah yang mendidik jiwa-jiwa”. Pondok ini, pada permulaannya hanyalah sebagai pondok tampungan pelajar dari pondok Lanai ( Madrasah Misbah al-Falah ) yang diasaskan oleh Tuan Guru Haji Omar Zuhdi, murid kepada Tuan Guru Haji Syaikh Osman Jalaluddin pondok Penanti, Tuan Guru Haji Yahaya Thaha ( Pondok Pisang ) sekarang dinamakan dengan Yayasan al-Khariah, Kupang. Beliau juga pernah menuntut di Makkatul Mukarramah. Tuan Guru Haji Omar Zuhdi adalah “Tok Guru” kepada Tuan Guru Haji Abdul Wahab.
Atas saranan beliaulah yang menyebabkan terbinanya pondok “Ustaz Awang” ini. Dibina di atas tanah persendirian, bersebelahan jalan besar menuju ke pekan Baling ( kira-kira 24 KM dari Pekan Baling ), dengan murid seramai 50 orang sahaja kerana ruang penempatan pondok tidak cukup pada ketika itu. Pondok ini juga juga menyediakan pondok bagi bagi yang sudah berumah tangga bagi yang berminat menuntut ilmu, kerana seperti sabda Rasululullah s.a.w : طلب العلم من المهد إلى الهد ”” , yang bermaksud “ tuntutlah ilmu sejak dari alam rahim ibu kamu, sehinggalah kamu menuju ke liang lahad”. Merujuk kepada hadis tersebut maka pihak pentadbiran pondok ini menyediakan tempat khusus bagi pasangan yang telah berkahwin yang masih ingin menuntut ilmu agama tinggal di pondok ini.
Kitab-kitab yang di ajarkan sendiri oleh ayahanda Tuan Guru Haji Abdul Wahab di pondok ini adalah : 1. Usuluddin ( Matan Jahrah, Asasul I’tiqad, dan banyak lagi ), 2. Feqah ( Mathlai’l badrain, Iqna, Kanzul Minaan, Fatul Wahab ), 3. Tasawwuf ( Penawar Bagi Hati, Minhajul A’bidin, Hikam, Hikam Kubra, Ihya U’lumuddin, al-Wali), 4. Tafsir ( Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Abbas, Tafsir Nasafi ), 5. Hadis ( Riyadhus Solihin, Irsyadul ‘Ibad, Dalilul Falihin, ’I’anatut Tholibin ), 6. Nahwu ( Matan al-Jurmiyyah, Matan al-Fiyah, Kawakib ad-Dhurriyyah,, Qatrunnada, Kitabul Azhari, Yasin al-Fakihi, Muktassar), 7. Sorof ( Matan Bina’ ), serta banyak lagi kitab-kitab lain yang masih di ajarkan sampailah pada hari ini.
Untuk pengetahuan para pengunjung blog ini, pusat pengajian tradisional ini masih berdiri kukuh seiring dengan perubahan zaman. Tuan Guru di bantu dengan anaknya yang keenam yaitu Ustaz Hamdan Dhiauddin, terus mencurahkan ilmu agama untuk pelajar-pelajar pondok dan juga masyarakat sekitar. Juga yang turut membantu beliau mengajar sekarang adalah menantu beliau, Ustaz Husni Bin Saad serta dua orang Ustaz yaitu Ustaz Fadzli yang berasal dari Grik, Perak dan juga Ustaz Ismail yang berasal dari Patani. Pihak pentadbiran pondok ini tidak mengambil sebarang bayaran pengajian kecuali bayaran untuk tempat tinggal ( pondok ) sahaja yang perlu di bayar, bayaran tersebut hanyalah RM 200 untuk seumur hidup. Sumber kewangan ( dana utama ) pondok ini hanyalah dari hasil derma ataupun sumbangan dari masyarakat.
Diantara program tambahan selain dari penghayatan dan pembelajaran ilmu agama, masih banyak program lain yang dianjurkan oleh pihak pentadbiran pondok ini seperti; majlis sambutan Maulidur Rasul s.a.w, sambutan Maal Hijrah, majlis sambutan hari Raya Korban, sambutan Hari ‘Asyura, majlis bacaan tahlil dan juga tilawah al-Quran pada bulan Ramadhan dan juga acara ceramah yang bersangkutan dengan hari ataupun peristiwa penting dalam Islam. Untuk majlis bacaan tahlil dan tilawah al-Quran pada bulan Ramadhan pihak pentadbiran pondok ini ada membuat pakej upah membaca tahlil dan tilawah al-Quran untuk disedekahkan kepada ibu dan bapa, saudara mara, ataupun sahabat handai yang telah meninggal dunia. Dengan pakej ini juga sesiapa yang berminat secara tidak langsung telah membantu pihak pentadbiran pondok untuk melengkapkan lagi sumber kewangan pondok dalam menambah baik surau dan juga bagi menganjurkan program-program dengan lebih baik pada masa akan datang. Derma dan juga sumbangan ikhlas juga amat di alu-alukan untuk membina asrama dua tingkat bagi menampung pelajar yang semakin bertambah. Kepada sesiapa yang berminat bolehlah menghubungi Ustaz Hamdan Dhiauddin di nombor 019-4080444/ 04-4767350.
Itulah sedikit sebanyak yang ana dapat nukilkan pada penulisan ana pada kali pertama ini. Ana berharap kepada sesiapa yang dahagakan ilmu agama serta bersungguh-sungguh ingin menimba ilnu agama dengan lebih mendalam silalah datang dan belajar di pondok ini. Kerana di Kedah ( khususnya di kawasan Baling ) hanya di Qariah Parit Panjanglah yang masih lagi wujud pondok-pondok tradisional yang sudah puluhan tahun bertahan. Pondok ini insya Allah tetap akan bertahan seandainya masih adalagi di kalangan masyarakat kita yang sudi menimba dan menuntut ilmu di sini.
Akhir kalam, ana ucapkan ribuan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang sudi melayari blog “pondokustazawang” ini. Segala kritikan dan saranan-saranan amat ana hargai supaya dapat memperkemaskan penulisan di dalam blog ini.
Terima kasih.Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

( MEMBANGUN ISLAM YANG SYUMUL BERMULA DARI HATI YANG IKHLAS DALAM MENUNTUT ILMU SERTA BERAMAL DENGANNYA )
“TAKKAN PONDOK HILANG DI DUNIA”

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh..
Grateful ana to Allah s.w.t because of gift my body and mind which healty to ana to write in this column. Tour and greet to for hold highing us of Prophet of Muhammad s.a.w brought the Islam ray and believe to Islam people from darkness shackle to truth light.
First once ana wish to say the ahlan wa sahlan to who’s navigate this blog. Jazakallahu Khairan kathira ana say for all because have the honour to navigate this blog.
Target ana write in blog called [by] this Maisonette Ustaz Awang is to introduce the traditional maisonette world specially maisonette of Ustaz Awang Lanai to public society navigating siber world as well as exposition in religion problems handcuffing our society now. Maisonette name “ Ustaz Awang” taken [by] blessing the name Tuan Guru Haji Abdul Wahab which this maisonette ground. “ Ustaz Awang” [is] nickname a "Tok Guru".
Before comment furthermore about this maisonette, ana wish to request the to have forgiveness mother estimate in writing to ana attend [at] a period of/to will come there [is] mistake of Ianguage or writed situation word procedures, this to be understanding of a situation ana non a clever in the field of this writing.
Ana also hope to friend’s navigating this blog can give the new input, criticize and or suggestion constructing for strong and heroic again for this writing blog.
For this Maisonette history [is] ana startly with the education background the Tuan Guru Haji Abdul Wahab previous, kerana [do] not possible we are behind pengasas to this maisonette. As well as earning all of us can see how buttonhole [of] a "Tok Guru" this all modestly.
He's borne [at] month 26 July 1938 Masihi at the same time 28 Jamadil Awwal 1357 Hijriah, [in] kampong Tupai, in area Sik, Kedah. So called he's father [of] Haji Hassan Bin Saman, so called which person he's mom [of] Hajjah Siti Halimah Binti Mat Thoha, coming from south Thailand namely in area Yala. As free as [do] not how long remain to [in] kampong Tupai, they make a move to kampong of Bukit Endoi. Sixth Child from nine sister/brother have this sister/brother [to] get the education [of] early at school Lower The Malay of Kampong Tupai ( during the period only have roof [to] roof) so that low he's school finish. Later;Then he's joint learning [in] maisonette Batu 8 that is maisonette the Tuan Guru Haji Abdul Halim Bin Yaakob, during 2 Year. As free as that he's roam to country of Cik Siti Wan Kembang to claim the science there. He's learn [in] maisonette of Bunut Payung which to foundation by Tuan Guru Haji Abdullah Thohir, during 1 year. Later;Then he's return from the beginning claim science [in] northside that is [in] maisonette Penanti, he's teach by the Tuan Guru Haji Mutholib Bin Haji Puteh ( daugter;son in law to the Tuan Guru Haji Syaikh Osman Jalaluddin), during 2 year 8 month;moon. Afterwards he's return to kampong page;yard to learn to the Tuan Guru Haji Omar Zuhdi.
He's claim the science from "Pakteh Tok Guru" ( amicable call [of] society to the Tuan Guru Haji Omar Zuhdi) from year 1959 till close to the return the Tuan Guru Haji Omar Zuhdi return to Rahmatullah, year 1993 ( considering ana ). About 34 year he's claim the science from the Tuan Guru Haji Omar Zuhdi. Until [relation/link] learn with that pupil like father and child, because of duration distance between, which he's use in bailing science from Mr. Learn The Omar Zuhdi. [Among/Between] friend of he's teaching by " Pakteh [is] Tok Guru" famous [in] country Kedah [is] the Tuan Guru Haji Bakar Bin Ibrahim ( Ustaz Bakar Bongor ), Ustaz Taib Azzamuddin ( Ex- Imam of State Mosque ) and a lot of again.
He's meet the couple in the year 1959 with the its liver choice girl that is Hajjah Siti Mariam Binti of Mat Daud. They gift ten people of eye light, consisted of [by] the Siti Fauziah, Siti Sofor, Siti Fadhillah, Mohd Sayuthi, Nasibah, Hamdan Dhiauddin, Fadhuli, Mohd Azra'Ie, Mardhiah as well as last [of] Othman. In the year 1995 beliau meet the couple for the times;rill of second by Hajjah Norlia, but gift [do] not child.
From other side the he's teach [in] Musolla maisonette, he's also a lot of teaching [in] mosque which is there are in area Baling, Sik, other;dissimilar area [is] which is there are [in] country Kedah, Penang and Perak. He's also as Pengerusi Qariah for Kampong Parit Panjang as well as imam Qariah. Contribution and urgency he’s which pour typically its[his] to Kampong Parit Panjang society as well as to society Baling very big generally. He’s also which body have Ma'had Tahfiz al-Quran ( ABADA ) with leader for Tahfiz itself that is Ustaz Haji of Alias of Nasri Bin Haji Mahmud therewith expert of memberspower of Mosque Qariah Parit Panjang.
Maisonette of Ustaz Awang Lanai [in] to foundation in the year 17 August 1988 masihi at the same time 4 Muharram 1409 hijriah by the name of Madrasah Tahzib an-Nufus ( almost 21 year ). Motto and or this maisonette ground principle [is], " Base Life must Islam". As according to its name " Madrasah Tahzib an-Nufus" meaning " educative school [of] soul". This maisonette, [at] its start only as maisonette accomodate the student from maisonette Lanai ( Madrasah Misbah al-Falah ) what ground by the Tuan Guru Haji Omar Zuhdi, pupil to the Tuan Guru Haji Syaikh Osman Jalaluddin of maisonette Penanti, the Tuan Guru Haji Yahaya Thaha ( Pondok Pisang ) [is] now named with the Yayasan al-Khariah, Kupang. He's also have claimed [in] Makkatul Mukarramah. The Tuan Guru Haji Omar Zuhdi [is] "Tok Guru" to the Tuan Guru Haji Abdul Wahab.
For he suggestion to the causing its[his] constructive [is] maisonette "Ustaz Awang" this. [Is] constructed above land (of) alone, adjacent [of] arterial road go to the pekan Baling ( about 24 KM from Pekan Baling ), with the pupil many a 50 only people [of] because of that insufficient at the time maisonette location space. This maisonette also also provide the maisonette for keep house for enthusiastic claim the science, because [of] like polite of Rasululullah s.a.w, meaning "claim the science since gracious nature [of] yours mother, so that you go to the cave lahad". Refer to hadith mentioned hence side oversaw to provide the special place for couple which have couple marrying which still wish to claim the theology live in this maisonette.
Holy books which is [in] teaching [by] xself by the Tuan Guru Haji Abdul Wahab [in] this maisonette [is] 1. Usuluddin ( Matan Jahrah, Asasul I'Tiqad, and a lot of again ) 2. Feqah ( Mathlai'l Badrain, Iqna', Kanzul Minaan, Fatul Wahab 3. Tasawwuf ( Bargainer [of] For Liver, Minhajul A'Bidin, Hikam, Hikam Kubra, Ihya U'lumuddin, al-Wali ) 4. Tafsir ( Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Abbas, Tafsir Nasafi ) 5. Hadith ( Riyadhus Solihin, Irsyadul 'Ibad, Dalilul Falihin, 'I'Anatut Tholibin ) 6. Nahwu ( Matan Al-Jurmiyyah, Matan Al-Fiyah, Kawakib Ad-Dhurriyyah,, Qatrunnada, Kitabul Azhari, Yasin Al-Fakihi, Muktassar ) 7. Sorof ( Matan Bina ), and also a lot of again other;dissimilar the holy books [is] which still [in] teaching to come up with today.
For the knowledge of all this visitor blog, center the this traditional education still stand up firm along with epoch change. The Tuan Guru [in] assisting with its child [is] sixth that is Ustaz Hamdan Dhiauddin, non-stopped to pour the theology for the student of maisonette as well as society [of] about. Also which partake to assist the beliau teach now [is] daugter;son in law beliau, Ustaz Husni Bin Saad and also two people Ustaz that is Ustaz Fadzli coming from Grik, Perak as well as Ustaz Ismail coming from Patani. Unrightious [of] this se oversaw maisonette [do] not take the goods of education payment [of] except payment for the residence of ( maisonette ) only [is] which need [in] payee, the payment only RM 200 to for a lifetime. The finance source ( especial fund ) this maisonette only from result donate and or contribution from society.
Among additional program apart from carrying out of and theology study, still a lot of other;dissimilar program suggested by this se oversaw maisonette like; souncil of greeting of Maulidur Rasul s.a.w, the greeting Maal Hijrah, majlis of greeting of feast day of Ramadan Victim, Day greeting ' Asyura, souncil of reading tahlil as well as tilawah al-Quran [of] [at] month;moon Ramadhan as well as discourse event which dealt only with day and or important event in Islam. For the majlis of reading of tahlil and tilawah al-Quran [of] [at] unrightious month;moon Ramadhan [of] this maisonette se oversaw there [is] make the package fee read the tahlil and tilawah al-Quran for the alms of to mother and father, you same generation, and or male and female friends already passed away. By package this also who hanker indirectly have assisted the party of se oversaw maisonette to [be] complete again source of maisonette finance in adding goodness musolla as well as for suggesting programs eminently [at] a period of/to will come the. Donation as well as candid contribution also very [in] pestle to construct the two-storey hostel for accomodating student which progressively increase. To who hanker may contact the Ustaz Hamdan Dhiauddin [in] number 019-4080444/ 04-4767350.
That's a few/little as much which ana earn the scoring out [of] [at] writing ana [of] [at] the first this time. Ana hope to who theology thirst and also mean business to wish to bail the circumstantial ilnu religion with interest principle come and learn [in] this maisonette. Because [in] Kedah ( specially [in] area Baling ) only [in] Qariah of Parit Panjang which still again exist the traditional maisonette tens of defensive year. This maisonette [is] insya Allah will remain hold out if only still permanent [of] among us society which have the honour to bail and claim the science here.
For the end this writing, ana want to say thousands of thank to friend which have the honour to navigate the blog "pondokustazawang" this. All criticism and suggestion very ana esteem so that can tidy the writing in this blog. Ana apologize to estimate there are mistake in writing in English. Because ana [do] not how much/many skilled translate [it].

Thank You. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



( BUILD UP OF ISLAM WHICH PERFECT BEGIN FROM CANDID LIVER IN CLAIMING SCIENCE AND ALSO PUT INTO PRACTICE WITHIN )
“ NEVER MAISONETTE (PONDOK) LOSE [IN] THE WORLD”

Ahad, 21 Jun 2009

ruangan agama

assalamualaikum..kepada sahabat@ pun sahabiah yang melayari laman ini, ana ucapkan ribuan jazakallahu khairan kathira..sila beri saranan dan tunjuk ajar untu memantapkan lagi ruangan ini..